Malin Panghulu Batuah’s “45YR4F” Weblog

Just another WordPress.com weblog

Demi Menghindari Anarkis, Wako Padang dan MUI Kota Padang Malah Difitnah

Syamsul Bahri Khatib Dituntut Minta Maaf, MUI Sumbar Nilai Langgar Akidah Islam

Senin, 14 Juli 2008
Padang, Padek—Kisruh antara Wali Kota Padang Fauzi Bahar dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar tentang klarifikasi shalat Jumat di Masjid Mubarak Sawahan bakal menuai masalah baru. Kini tidak lagi Fauzi Bahar yang menjadi sasaran masalah tersebut, tapi Ketua MUI Kota Padang Syamsul Bahri Khatib.  Ketua MUI Kota Padang Syamsul Bahri Khatib diminta Ketua MUI Sumbar Nasroen Harun bersama jajarannya melakukan permohonan maaf kepada seluruh umat Islam Kota Padang, Sumbar umumnya.

Nasroen Harun bersama jajaran pengurus MUI Sumbar menilai Syamsul Bahri Khatib sebelum melakukan penurunan plang Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Sumbar 13 Juni lalu melakukan ijma’ sukuti (kesepakatan diam-diam). Akibat perbuatannya, Ketua MUI Padang itu, umat Islam merasa diracuki tentang pemahaman berakidah. Saat jumpa pers di Kantor MUI Sumbar, Sabtu (12/7), Nasroen Harun didampingi Komisi Bidang Fatwa MUI Sumbar Jel Fatthullah dan Komisi Bidang Fatwa Kota Padang Muhammad Jarir. Nasroen sangat menyesali tindakan Syamsul Bahri yang ikut shalat Jumat di Masjid Mubbarak Sawahan bersama Wali Kota Padang Fauzi Bahar, dan Kakandepag Kota Padang Syamsul Bahri.

“Padahal, hari Jumat itu SKB tiga menteri telah terbit. Di dalamnya SKB itu berisikan JAI merupakan sebuah aliran terlarang di Indonesia. Sesat dan menyesatkan. Tapi mengapa, Syamsul Bahri Khatib tetap menjalani ibadah Jumat di sana. Apa salahnya pergi ke masjid Istiqomah. Syamsul Bahri Khatib telah mengimani orang murtad,” tegas Nasroen.  “Tidak benar Syamsul Bahri Khatib melakukan takbir lebih dahulu dari imam shalat Jumat saat itu. Sebab kita memiliki bukti videonya. Di situ terlihat jelas Syamsul Bahri Khatib mengikuti imam,” tambah Nasroen yang juga menjabat Direktur Direktorat Zakat Departemen Agama.

Ditambahkannya, wajar kiranya MUI Sumbar meminta Ketua MUI Kota Padang minta maaf pada seluruh umat Islam. Sebab menurut Nasroen, tindakan Syamsul melanggar akidah Islam. Selain itu, antara MUI Sumbar dan Padang sama dari kalangan agama. “Tidak ada perbedaan antara kedua MUI,” tutupnya.  Syamsul Bahri Khatib yang dihubungi terpisah menyatakan, dia sudah mengklarifikasi mengenai dugaan shalat Jumat di Masjid Mubarak Sawahan, beberapa waktu lalu di sejumlah media massa di Sumbar. Namun, dia berharap MUI Sumbar melayangkan surat kepadanya jika memang umat Islam benar-benar meminta saya minta maaf. “Sekiranya itu suatu kekhilafan, saya bersedia minta maaf,” ujar Syamsul Bahri Katib. (mg7/mg15)

“Diceramahi” Fauzi Marah

Jumat, 11 Juli 2008
Klarifikasi Soal Shalat Jumat di Ahmadiyah Ricuh
Sample ImagePadang, Padek– Silaturahmi dan Klarifikasi Ormas Islam dengan Walikota Padang tekait pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Mubarak Ahmadiyah 13 Juni lalu diwarnai suasana ricuh. Dalam peremuan yang digagas Forum Ukhuwah Islamiah (FUI) Sumbar itu hadir Walikota Padang, Kakandepag Kota Padang, Ketua LKAAM Kota Padang,

dan Ketua MUI Kota Padang itu sebenarnya bertujuan mendengarkan penjelasan walikota saat kejadian di Masjid Mubarak dan mencari persepsi yang sama, satu iman dari umat Islam supaya tidak ada lagi kontoversi dalam masalah tersebut. Di acara yang dilaksanakan di Hotel Ina Muara Kamis (10/7) itu, Walikota Padang Fauzi Bahar sempat bersitegang dan marah saat utusan dari MUI Sumbar H Gusrizal Gazahar yang menjabat Ketua Bidang Fatwa MUI mengatakan kalau walikota salah dalam melaksanakan shalat tersebut. Kalimat tersebut yang diduga memicu marahnya Fauzi Bahar, sehingga suasana agak panas.

Awalnya pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan dihadiri sekitar 40-an orang itu berlangsung lancar, diawali penyampaian panitia pelaksana dari FUI, sekitar 30 menit. Dilanjutkan penjelasan soal pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Mubarak oleh Wako Fauzi Bahar sekitar satu jam.

Intinya, Wako Fauzi Bahar menjelaskan bahwa sebagai kepala daerah ia bertanggung jawab menjaga stabilitas daerah. Lantaran saat itu sudah berkembang informasi akan ada aksi terhadap Jamaah Ahmadiyah maka ia bersama pihak terkait lainnya berinisiatif menurunkan plang dan beribadah di tempat itu.

Apa yang disampaikan Fauzi Bahar tak jauh beda dengan penjelasan Ketua MUI Syamsul Bahri bahwa pada hari itu rombongan berkesempatan beribadah di masjid tersebut, tetapi hanya shalat sunat, bukan ikut shalat Jumat berjamaah. Setelah MUI Padang maka giliran Kakandepag Padang yang memberikan keterangan, setelah itu dilanjutkan dialog dan tanya jawab yang dimoderatori ketua tim advokasi muslim sumbar Hamdi L Gumanti.

Selama tanya jawab berlangsung situasi masih biasa-biasa saja, sampai masuknya waktu Asar. Setelah Fauzi Bahar shalat, dia bersalaman kepada panitia dan Penasehat Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) H Dasrul Syamsudin, tetapi saat melakukan salam kepada H Gusrizal, Fauzi Bahar langsung memarahi dan sempat adu mulut melakukan pembelaan masing-masing.Sample Image

Sekitar 15 menit kejadian itu terjadi, seluruh peserta forum melihat ke arah mereka berdua. Beberapa peserta forum menenangkan Fauzi Bahar untuk menghentikan insiden itu, wartawan yang ada di lokasi acara sempat dihalangi oleh beberapa orang. Sesaat kemudian Fauzi mulai tenang dan duduk kembali di tempatnya.

Memanas : Silatulrahmi dan Klarifikasi Ormas Islam dengan Wali Kota Padang Fauzi Bahar yang dilaksanakan di Hotel Ina Muara Kamis (10/7), sempat memanas. Soalnya Wali Kota merasa ”diceramahi” oleh utusan MUI Sumbar terkait soal shalat Jumat di Masjid Ahmadiyah.

Selanjutnya, Dasrul Syamsudin mulai menenangkan dan mengatakan kalau apa yang telah terjadi itu jadikan pengalaman berharga, “pikirkan ke depan apa yang harus kita lakukan supaya ajaran-ajaran sesat tidak ada lagi di negeri kita ini. Hilangkan rasa curiga kita, hilangkan rasa dendam kita dan tanamkan dihati kita untuk bersatu antara sesama umat Islam,” tuturnya.

Saat diwawancarai oleh wartawan sebelum melakukan shalat Ashar Fauzi bersikeras kalau ia tidak untuk diceramahahi dalam forum itu. “Niat kita baik untuk melakukan itu, tapi kok tidak diterima. Biarlah Allah SWT saja yang tahu, yang jelas saya tidak mau diceramahi,” ujarnya. (edison janis)


November 20, 2008 - Posted by | 1

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.